Aneka Macam Kehidupan Arek Jawa Timur-an

Sebenarnya.com - Sebenarnya kultur budaya orang Jawa Timur dan orang Jawa Tengah sangat berbeda jauh. Banyak juga yang bilang kalo orang Jawa Timur itu orang Jawa kasar, selengekan, suka nyeleneh, bertingkah aneh, berkelakuan mirip preman. Sebenarnya ngga seperti itu. Supaya jelas, simak dulu suka dukanya jadi orang Jawa Timur.



Selalu Dianggap Orang Solo atau Orang Jogja 



Buat kamu yang asli orang Jawa Timur dan sekarang sedang merantau ke Jakarta, Bandung, dan sekitarnya, kamu akan selalu dianggap orang Jawa Tengah atau dianggap orang Jogja. Saat kamu dikenal sebagai orang Jawa , kamu akan dianggap sebagai orang yang memiliki logat yg halus, bahasa yang lembut, dan pelan pelan. Dan di titik inilah, kamu mulai mempertanyakan tentang keberadaan orang Jawa Timur yang tidak disadari. Padahal orang Jawa Timur kurang keras ngomong apa ya , sampai tidak disadari.


Orang Jawa Timur itu Ngga Santai Kalo Ngomong

Karena pandangan kebanyakan orang tentang orang Jawa adalah kalem, sopan. Kamu mulai dipertanyakan ke-Jawaan-nya, karena orang Jawa Timur kalo ngomong ngga nyantai, sekali ketawa mulut kebuka lebar banget.



"Teman: “Eh.. Lo kan Orang Jawa, tapi kok nggak ada lembut-lembutnya sama sekali sih?”

Kamu: “Hah? Emang kalau Orang Jawa itu harus lembut ya?”

Teman: “Iyalah… Orang Jawa tuh manis, lembut, kalem. Kalau ngomong, jalan itu pelan-pelan. Orangnya sopan, kalau ketawa ditutup. Gitu… nggak kayak lo gini. Ceplas-ceplos, nggak ada manis-masnisnya sama sekali!”

Kamu: “Heh, aku iki Arek Suroboyo, Cak! Mbok pikir aku iki kate nari srimpi, tah? Nek ngomong karo mlaku kudu  alon-alon, selak kiamat dunyo iki rek!”
(Heh, Aku ini orang Surabaya! Kamu pikir aku mau nari srimpi, apa? Kalau ngomong sama jalan harus pelan-pelan, keburu kiamat dunia ini!)  "


Dianggap Jawa versi Kasar




Karena kerap kali sering dibandingkan dengan orang Jawa tengah, orang Jawa Timur sering dianggap Jawa versi kasar. Karena orang kalo ngomong sedikit lantang, menantang, ceplas ceplos, seperti preman yang sopan santunnya kurang baik bila dibandingkan dengan orang Jawa Tengah.


Padahal Orang Jawa Timur itu Hatinya Lembut



Meskipun memiliki gaya bicara yang kasar seperti preman, sebenarnya orang Jawa Timur itu memiliki hati yang lembut, selembut sutra. hhahaha
Orang Jawa Timur bukan orang yang kasar, tapi memang meiliki watak yang berbeda jauh dengan orang Jawa Tengah. Solidaritas orang Jawa Timur itu sangat kuat. Lihat saja bagaimana kompaknya suporter Arema, Bonek, dll.


Anak Malang Ngga Kalah Gaulnya sama Anak Jakarta dalam Hal Membolak balikkan Kata




Selama ini yang kita tau, hanya anak anak gaul Jakarta saya yg sering berbahasa terbalik seperti: Asik jadi “saik”, bisa jadi “sabi” dan pecah jadi “hacep”, Arek Malang tidak kalah jagonya berbicara dengan bahsa terbalik. Bedanya Arek Malang menggunakan bahasa Jawa dicampur dengan bahasa Indonesia

" Kamu: “Heh, kera nganal! Nang anam?” (Heh, arek lanang! mau kemana?)

Teman (orang malang): “Disjam” (Masjid)

Kamu: “nggawe opo?” (naik apa?)

Teman: “Adapes rotom” (sepeda motor) "


Orang Jawa Timur Sering Miskomunikasi Kalo Ketemu Orang Jawa Tengah
Walaupun bahasa Jawa nya sama, tapi ada banyak sekali perbedaannya. Mulai dari kosa kata, arti, dan juga dialeknya.



"Teman (Jawa tengah): “Kowe mengko mrene numpak opo?” (kamu nanti kesini naik apa?)

Kamu (Jawa Timur): “Aku tak nggawe sepeda ae yo!” (aku naik sepedah aja ya)

Teman: “Heh? Lha kok nggawe sepeda barang? Kesuwen mengko?” (Heh? kok bikin sepedah? kelamaan nanti?)

Kamu: “Lho, ket wingi kan aku nggawe sepeda seh mrene..” (Lho, dari kemarin kan aku pakai sepeda kesini) "

Di percakapan itu terjadi miskomunikasi karna kata “nggawe” ini memiliki arti yang berbeda bagi orang Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut orang Jawa Timur, nggawe = memakai. Tapi untuk orang Jawa Tengah, nggawe = membuat.


Kata yang Diucapkan Menandakan Dia Orang Jawa Timur
Sepintas, bahasa orang Jawa Tengah dan Jawa Timur mirip. Namun, ada beberapa kata tertentu yg bisa mengenali bahwa orang itu adalah orang Jawa Timur.



Contohnya, kalau jawa tengah-an pada umumnya meggunakan akhiran kata -to, atau -po, sedangkan jawa timur-an menggunakan akhiran -tah dan -se.

Iyo, tah?

Piye, se?

Iyo, po’o?

Opo’o? (kenapa)

Masiyo (meskipun)


Suka Menekankan dan Memanjangkan Ucapan Ucapan
Jika kamu adalah asli orang Jawa Timur, kamu tidak akan pernah meninggalkan dialek seperti ini. Secara tidak sadar kamu akan memberi penekanan dan pemanjangan pada kata-kata sifat tertentu dan  cuma orang Jawa Timur yang ngerti.



"Teman: “Eh, wingi koen sido nang omahe Yanti?” (kemarin jadi ke rumah yanti?)

Kamu: “Halah… Omahe arek iku uaaaddduuuuooooohhhh puuooollllll, rek!” (Haduh, rumah anak itu jauh banget) "


Orang Jawa Timur suka menggunakan dialek ini. Biasanya, dia baru berhenti kalo nafasnya udah habis. :p



Kata Trademark Sekaligus Penanda Keakraban
Di Jawa Timur, meski baru kenal kamu akan dipanggil 'jancok'. Janc*k adalah umpatan yg menempati kasta tertinggi di dunia per-umpatan orang Jawa Timur, khususnya di daerah-daerah yang menggunakan bahasa Suroboyoan. Tapi bagi beberapa orang, akhirnya umpatan ini tidak lagi menjadi sesautu yang kasar, melainkan hanya sebuah ekspresi semata.



Tapi kata umpatan ini, nggak selalu memiliki makna sebagai umpatan. Janc*k juga bisa berarti sebagai penanda keakraban yang ditujukan kepada teman-teman.

Selama menggunakan intonasi yang sesuai, maka penggunaan kata janc*k ngga bakal menyinggung lawan bicaramu.


“PIYE KABARE, C*K? NANG ENDI AE KOEN C*K? AKU KUUUANGEEEN AMBEK KOEN C*****KK!!.”



Sungguh romantis kan orang Jawa Timur?

Meskipun kelihatan akrab, please jangan lakukan ini ke pacar kamu ya!! Kecuali kamu memang udah bosen dan bingung gimana caranya minta putus.

Meskipun Sering Dianggap Jawa Kasar, Selengekan, dan Orangnya Aneh-aneh, Kamu Nggak Akan Menyesal Sedikitpun Jadi Arek Jawa Timur
Arek  Jawa Timur menang nyeleneh-nyeleneh. Kalo ngomong cepet, kasar dan ceplas-ceplos!

Tapi inilah aku apa adanya, bebas jadi diriku sendiri..


Yang penting, aku nggak ngerugiin negara!

JER BASUKI MAWA BEYA!



Biarpun orang Jawa Timur sering dibilang orang Jawa kasar, janc*kers, preman Jawa atau apalah. Kamu sedikitpun nggak malu jadi orang Jawa Timur. Kamu tetap jadi apa adanya dirimu dan menjunjung tinggi budayamu sendiri.

Itulah aneka macam hal tentang orang Jawa Timur. Jadi ngga semua orang Jawa itu kalem ya. Kami lah sang pendobrak dengan suara yang lantang. 

4 Responses to "Aneka Macam Kehidupan Arek Jawa Timur-an"

  1. hahaha ora ngartos mang from anak jawa, ngan saukur sakedik anu kahartosna :)

    ReplyDelete
  2. artikel bagus nih...jd paham budaya org jawa timur

    ReplyDelete
  3. Semua tergantung pribadi orang masing-masing. Saya juga penggemar kata 'cuk' :D
    deskagp.blogspot.co.id

    ReplyDelete

Beri komemtar yang relevan dengan konten

Baca dulu artikelnya, baru komentar yaaa ^^

no link :)